Sumenep, UA Media- Mahasiswa KKN Universitas Annuqayah (UA) Posko 07 mengadakan kursus Bahasa Arab bagi siswa dan siswi di PP. Tarbiyatul Islamiyah, Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan.
Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan secara rutin setiap Kamis dan Sabtu dan diikuti oleh sekitar 20 siswa yang berasal dari MTs Tarbiyatul Islamiyah, MI Tarbiyatul Islamiyah, dan SMK Miftahul Ulum.
Kursus tersebut menjadi salah satu kegiatan program kerja yang dilakukan KKN UA Posko 07 untuk membantu siswa dalam mengenal dan memahami Bahasa Arab dari tingkat dasar. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih adanya siswa yang mengalami kesulitan ketika mempelajari Bahasa Arab, khususnya dalam mengingat kosakata serta menggunakannya dalam percakapan sederhana.
Pembelajaran dibimbing oleh Naflah Nauroh Putri, Nailan Adhimah, Muthmainnah, dan Qudriyatun. Setiap pertemuan diawali dengan pembukaan dan pemberian motivasi kepada siswa. Pengajar juga mengajak peserta mengingat kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya melalui beberapa pertanyaan sederhana. Cara tersebut dilakukan agar siswa tidak langsung menerima materi baru, tetapi terlebih dahulu mengulang apa yang sudah dipahami.
Materi yang diberikan berfokus pada dasar-dasar Bahasa Arab, di antaranya ta’aruf atau perkenalan, mufradat, serta muhadatsah sederhana tentang keluarga. Agar pembelajaran lebih menarik dan mudah diingat, pengajar juga menggunakan beberapa lagu Bahasa Arab. Peserta diajak mengenal nama-nama jari dalam Bahasa Arab melalui lagu, serta menyanyikan lagu Arab “Hawasul Khomsah”. Penggunaan lagu dalam pembelajaran membuat suasana kelas menjadi lebih santai sekaligus membantu siswa mengingat kosakata dengan cara yang menyenangkan.
Selain materi dan lagu, siswa juga diajak mengikuti berbagai permainan edukatif. Mereka mendapat kesempatan untuk berlatih melalui tanya jawab, mengucapkan kosakata dengan pelafalan yang tepat, menulis, membaca, hingga mencoba melakukan percakapan sederhana dalam Bahasa Arab. Dengan adanya praktik secara langsung, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga mencoba menggunakannya.
Di sela-sela pembelajaran, ice breaking diberikan untuk menjaga semangat peserta. Bahkan sebelum kegiatan berakhir, pengajar kembali mengadakan ice breaking ketika melihat siswa mulai merasa bosan setelah mengikuti pembelajaran. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama.
Naflah Nauroh Putri mengatakan dalam proses belajar, pengajar juga memberikan pesan kepada siswa.
“Jangan takut salah dalam belajar Bahasa Arab, karena setiap kesalahan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan.” Pesan tersebut diharapkan dapat membuat siswa lebih berani untuk mencoba dan tidak merasa malu ketika melakukan kesalahan saat berbicara Bahasa Arab.