Pascasarjana Gelar Yudisium 2026, Direktur: Jangan Hanya Berhenti pada Gelar

Sumenep, UA Media — Sebanyak 69 mahasiswa Pascasarjana Universitas Annuqayah (UA) dinyatakan akan mengikuti wisuda akhir Oktober 2026 setelah menjalani prosesi yudisium yang digelar di Aula KH. Abdul Basith AS. Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur, Ahad (13/9/2026). 

Dalam sambutannya, Dr. H. Damanhuri, M.Ag. menegaskan bahwa gelar magister yang nantinya melekat di belakang nama bukan sekadar simbol akademik. Gelar tersebut merupakan amanah yang membawa konsekuensi intelektual dan sosial.

Menurutnya, pendidikan pascasarjana seharusnya melahirkan insan yang memiliki kemampuan berpikir kritis sekaligus mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa Pascasarjana Universitas Annuqayah memiliki tanggung jawab untuk melahirkan insan intelektual yang saleh dan muslih, yakni pribadi yang tidak hanya memiliki kualitas keilmuan, tetapi juga mampu memberikan manfaat dan melakukan perbaikan di lingkungan masyarakat.


Dr. Damanhuri juga mengingatkan bahwa kompetensi sosial harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab akademik. Profesi yang akan dijalani para lulusan nantinya akan memberikan dampak di tengah masyarakat.

"Karena itu, para lulusan diminta membawa nama baik Universitas Annuqayah dengan menunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan mampu diterapkan secara nyata dalam kehidupan sosial," tambahnya. 


Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang akademisi tidak semata-mata ditentukan oleh tingginya gelar yang diraih. Keberhasilan justru dapat dilihat dari sejauh mana ilmu tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jangan hanya berhenti pada gelar. Ukuran keberhasilan adalah seberapa jauh ilmu kita bermanfaat di tengah masyarakat,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan penghargaan kepada orang tua dan pasangan para mahasiswa yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan.

Di balik setiap gelar magister, kata dia, terdapat pengorbanan, doa, dan dukungan dari keluarga yang tidak boleh dilupakan. Ia pun menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan proses akademiknya.

Menutup sambutannya, Dr. Damanhuri mengingatkan bahwa yudisium bukanlah garis akhir perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Para calon magister diminta untuk tidak berhenti belajar, membaca, dan memberikan manfaat.

Semangat minal mahdi ilal ahdi menjadi pesan agar proses menuntut ilmu terus berlangsung sepanjang hayat. Gelar yang diraih diharapkan mampu melahirkan pribadi unggul yang semakin dekat dengan masyarakat serta mampu berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan kemasyarakatan. (Malik)