KKN Posko 16 Inovasi Sampah Botol Plastik Jadi Sumber Dana OSIS

Sumenep, UA Media- Sampah botol plastik yang selama ini kerap berserakan di halaman sekolah kini punya "rumah" baru. Langkah ini digagas oleh mahasiswa KKN Posko 16 Universitas Annuqayah lewat peluncuran "Tempat Sampah Botol" di lingkungan Pondok Pesantren (PP) Al Karomah, Desa Talaga, Kecamatan Ganding, pada Rabu (26/8/2026).

​Fasilitas baru yang dipasang tepat di area halaman sekolah ini merupakan bagian dari gerakan pengolahan sampah terpadu. Kehadirannya dirancang langsung untuk mengikis kebiasaan membuang sampah sembarangan, sekaligus melatih para siswa memilah limbah non-organik sejak dari genggaman.

Alurnya dibuat serba praktis dan berdampak lokal. Botol plastik yang terkumpul di wadah khusus tersebut bakal disetorkan berkala ke pengepul rongsokan terdekat yang merupakan warga sekitar pesantren. Menariknya, seluruh dana yang didapat dari hasil penjualan rongsok botol ini tidak dialokasikan untuk KKN, melainkan didonasikan penuh guna menyokong berbagai agenda kegiatan OSIS PP Al Karomah.

​Faiq  mengatakan Inisiatif ini langsung disambut hangat oleh jajaran pengurus OSIS. Mereka tampil sigap bahu-membahu bersama tim KKN Posko 16, mulai dari penataan titik wadah hingga mengedukasi teman-teman sebaya agar rajin menyetorkan botol bekasnya ke tempat yang benar.

​Perwakilan mahasiswa KKN Posko 16 Universitas Annuqayah menegaskan bahwa kunci utama dari proker ini adalah membangun ekosistem yang saling menguntungkan (win-win solution).

​"Kami ingin membuktikan kalau sampah plastik itu bukan cuma urusan kebersihan, tapi punya potensi ekonomi jika dikelola rapi. Begitu botol-botol ini terkumpul dan dijual ke tetangga sekitar, hasilnya kembali lagi ke adik-adik OSIS buat modal kegiatan mereka. Sekolah jadi bersih, OSIS dapat kas tambahan," terangnya di lokasi kegiatan.

​Lewat kolaborasi segar ini, KKN Posko 16 Universitas Annuqayah sukses mengubah persepsi tentang sampah plastik: dari masalah lingkungan menjadi sumber daya yang memberdayakan.