Sumenep, UA Media- Upaya pengolahan sisa bahan makanan rumah tangga mendapat dukungan penuh dari tokoh pesantren dan akademisi.
Hal ini terlihat dalam seminar pengelolaan sampah organik yang diinisiasi mahasiswa KKN Posko 16 Universitas Annuqayah bersama kader PKK Desa Talaga di Pondok Pesantren (PP) Al Karomah, Kecamatan Ganding, pada Minggu (13/9/2026).
Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Pengasuh Yayasan PP Al Karomah beserta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Posko 16 Universitas Annuqayah, yang turut menyimak jalannya forum edukasi dari awal hingga akhir.
Hadir sebagai pemateri utama, Alfiatul Hasanah menyampaikan materi mendalam terkait pengolahan sisa dapur.
Ia menguraikan bahwa limbah organik tidak hanya dapat diolah menjadi pupuk kompos, tetapi juga punya potensi besar dikembangkan menjadi energi alternatif berupa biogas.
Dalam pemaparannya, ia mengenalkan prinsip "dari dapur kembali ke dapur". Melalui konsep ini, sisa-sisa olahan dapur diproses menjadi biogas yang kelak bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar memasak di rumah warga.
Seluruh tahapan pemrosesan tersebut ditampilkan secara visual melalui tayangan video tutorial. Meski materi dalam tayangan video memberikan gambaran yang jelas, sajian tersebut justru makin memantik rasa penasaran para peserta.
Faiqotus Sholehah, Ketua KKN Posko 16 mengatakan dukungan dari Pengasuh Yayasan dan DPL berpadu dengan tingginya antusiasme ibu-ibu PKK. Banyak peserta yang berharap edukasi ini tidak berhenti di pemutaran video saja, melainkan berlanjut ke sesi praktik langsung di lapangan agar warga bisa mempraktikkan sendiri pembuatannya secara nyata.
"Tingginya ekspektasi para kader PKK serta restu dari jajaran pengasuh pesantren menjadi sinyal kuat bahwa Desa Talaga siap melangkah menuju kawasan mandiri energi dan ramah lingkungan," pungkasnya.