Sumenep, UA Media - Guna meminimalisir penumpukan limbah organik sekaligus mendukung hobi berkebun para pengasuh pesantren, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 16 Universitas Annuqayah menggelar pelatihan pembuatan pupuk kompos bersama santri Pondok Pesantren (PP) Al Karomah, Desa Talaga, Kecamatan Ganding, pada Sabtu (5/9/2026).
Pelatihan ini merupakan salah satu program kerja (proker) utama tim KKN Posko 16 Universitas Annuqayah yang berfokus pada pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai guna.
Dalam sesi edukasi ini, sekitar 10 santri ikut serta dan terlibat aktif dalam setiap prosesnya. Bahan-bahan yang digunakan memanfaatkan limbah yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti sisa limbah rumah tangga, kulit telur, sisa sayuran, dedaunan kering, serta sekam bakar.
Para santri tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung pembuatan kompos dengan metode komposter ember. Mereka secara bergantian membantu memasukkan sekam bakar hingga menuangkan larutan biokontrol EM4 untuk mempercepat proses fermentasi.
Faiq, Ketua Posko 16 KKN Universitas Annuqayah menyampaikan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung ini dihadirkan untuk memberikan edukasi yang membekas mengenai pemanfaatan sampah.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak para santri belajar mengolah sampah organik di sekitar kita agar tidak menjadi limbah menumpuk, tetapi bisa diubah menjadi pupuk kompos yang kaya nutrisi," ujarnya
Faiq menambahkan hasil akhir dari pembuatan pupuk kompos ini nantinya akan dimanfaatkan untuk memupuk berbagai jenis tanaman milik pengasuh pesantren yang memiliki hobi menanam dan berkebun.
"Mahasiswa KKN Universitas Annuqayah berharap keterampilan mengolah sampah organik dapat terus diterapkan secara mandiri oleh para santri demi terciptanya lingkungan pesantren yang lebih bersih dan ramah lingkungan," pungkasnya