Sumenep, UA Media— Wakil Rektor I Universitas Annuqayah, Dr. KH. Ach Maimun, M.Ag menegaskan kepada seluruh calon sarjana Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 2026 tentang teladan kiai Annuqayah dalam berbagai aspek.
"Yang diajarkan kiai Annuqayah akhlak. Akhlak sosial adalah akhlak di dalam kita berinteraksi dengan orang lain. Maka Annuqayah menekankan akhlak sosial ini di antaranya tawadu'. Kedua, akhlak profesi yang berhubungan dengan pekerjaan kita. Mengajarkan akhlak tahu menempatkan diri, situasi dan kondisi dan bersikap amanah terhadap jabatan dan profesi yang sedang diemban," katanya.
Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Yudisium Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Annuqayah, di Aula As-Syaqawi, Ahad, 6 September 2026
Kiai Maimun mengajak kepada calon sarjana agar bersyukur terhadap proses yang telah dilalui hingga sampai ke titik menjelang Wisuda Sarjana.
"Saya yakin orang tua kalian semua ini bangga. Karena banyak pelajar yang membuat orang tuanya susah, karena tidak bisa menyelesaikan kuliahnya, tidak mau kuliah atau tidak mau berproses di pendidikan sebagaimana mestinya," katanya.
Kiai Maimun menceritakan Pondok Pesantren Annuqayah merupakan pesantren yang membawahi satuan pendidikan. Salah satunya adalah Universitas Annuqayah. Maka Universitas Annuqayah adalah kepanjangan tangan dari pondok pesantren Annuqayah.
"Maka saudara adalah santri Annuqayah yang menjadi mahasiswa. Bukan mahasiswa yang menjadi santri. Karenanya, Annuqayah ingin mencetak profil hamba Allah yang taqwa, tafaquh (berilmu) dan munzirul qaum yaitu kembali ke masyarakat untuk menyampaikan kebaikan, memberikan kebaikan dan mengajarkan kebaikan," katanya.
Tidak hanya mencontohkan dalam persoalan akhlak, kiai Maimun juga menceritakan bagaimana teladan kiai Annuqayah di dalam beribadah dan kehidupan setiap harinya seperti sholat berjamaah, sholat malam sebagai rutinitas, dan membaca Qur'an.
"Kita menjadi santri tidak hanya sekali belajar di pesantren tetapi juga nyantri mengikuti yang diajarkan oleh para guru kita. Karena ada orang nyantri tapi tidak mondok, ada orang mondok tapi tidak nyantri," pungkasnya.
Abdul Warits (Humas)