KKN Posko 28 Kembangkan Potensi Jamu Lokal ke Pasar Digital

Sumenep, UA Media— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Posko 28 Universitas Annuqayah menggelar seminar bertajuk “Revitalisasi Jamu Nusantara: Mengoptimalkan Potensi Jamu dan Memperluas Pasar di Era Digital” di Serambi Masjid At-Taubah, PP. Darul Ulum, Jeruk Durga, Tambuko, Guluk-Guluk, Sumenep, Kamis (03/09/2026).

Seminar ini merupakan salah satu program unggulan KKN Posko 28 yang berfokus pada pendampingan pengembangan produk jamu dan scrub melalui penguatan branding, labelisasi, dan digital marketing. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan siswa agar mampu mengembangkan potensi produk lokal sekaligus memperluas pemasarannya melalui pemanfaatan teknologi digital.

Kegiatan diikuti oleh sekitar 51 peserta dan dihadiri sekitar 55 orang termasuk undangan. Peserta berasal dari lingkungan Sekolah Darul Ulum, khususnya siswa MTs dan SMA, guru, serta masyarakat sekitar. Sejumlah tokoh dan unsur penting dalam kegiatan turut hadir, di antaranya kepala yayasan, kepala sekolah MTs dan RA, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), guru, serta ibu-ibu masyarakat sekitar.

Seminar menghadirkan dua penyaji dengan latar belakang keahlian yang berbeda namun saling berkaitan dalam pengembangan produk jamu. Penyaji pertama, Ibu Hasbiyah, S.Pd.I, yang memiliki keahlian sebagai peramu jamu, menyampaikan materi mengenai bagaimana mengoptimalkan potensi jamu. Pemaparan tersebut memberikan wawasan mengenai pentingnya mempertahankan potensi jamu sebagai produk lokal sekaligus melihat peluang pengembangannya agar dapat memiliki nilai lebih.

Sementara itu, penyaji kedua, Moh. Hasyimi, M.Kom, yang berprofesi sebagai Web Developer, Analys Data, sekaligus Spesialis Digitalisasi, membahas strategi memperluas pasar di era digital. Materi disampaikan secara umum mengenai pemanfaatan ruang digital dalam pemasaran dan kemudian diarahkan secara khusus pada peluang pemasaran produk jamu.

Faiqotus Sholehah selaku pengelola utama produk mengungkapkan kedua pemateri ini menjadi bagian penting dalam upaya mempertemukan potensi produk tradisional dengan perkembangan teknologi.

“Jamu yang memiliki nilai budaya dan potensi ekonomi didorong untuk tidak hanya dipertahankan sebagai warisan lokal, tetapi juga dikembangkan melalui pengemasan, penguatan identitas produk, serta strategi pemasaran yang menyesuaikan dengan perkembangan era digital,” ungkapnya.

Nurina Silvi Kamila selaku Ketua Panitia mengatakan seminar yang dilaksanakan oleh KKN Posko 28 Universitas Annuqayah berharap wawasan yang diberikan dapat menjadi bekal bagi masyarakat dan siswa untuk melihat potensi produk lokal secara lebih luas. Tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari aspek branding, labelisasi, dan pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran.

“Kegiatan seminar ini menjadi salah satu langkah KKN Posko 28 dalam menjalankan program pendampingan pengembangan produk jamu dan scrub di lingkungan PP. Darul Ulum, Jeruk Durga, Tambuko. Melalui penguatan pengetahuan dan pemanfaatan teknologi, potensi produk lokal diharapkan mampu berkembang, memiliki daya saing, serta menjangkau pasar yang lebih luas di era digital,” katanya.