Dirjen Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek RI: Annuqayah ini Iconik dan Historik

Sumenep, UA Media— Prof. Ahmad Najib Burhani, M.A., M.Sc., Ph.D., Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI mengatakan Pesantren Annuqayah termasuk salah satu pesantren Iconik dan Historik. 

"Saya waktu diminta hadir ke sini sangat senang. Nama pesantren Annuqayah iconik bagi saya. Iconik dan historik. Jadi bukan sekedar menjadi simbol peradaban keilmuan dari Madura. Ini merupakan kesempatan yang luar biasa hadir di pesantren Annuqayah dan di Universitas Annuqayah di Sumenep ini," katanya. 

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Kuliah Umum dengan  tema “Smart and Green Campus: Integrasi Teknologi, Edukasi, dan Aksi Lingkungan” yang dipusatkan di Aula As-Syarqawi, Sabtu, 5 September 2026.

Menurutnya, Pondok Pesantren Annuqayah sangat historik karena memiliki sejarah panjang di dalam mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan. 

"Saya sebenarnya agak ngeri berbicara di pesantren yang sudah mendapat penghargaan kalpataru. Ini merupakan kampus yang luar biasa yang memberikan kepedulian yang mungkin menjadi yang pertama di Madura yang sangat peduli terhadap lingkungan," tambahnya. 

Ia mengajak kepada seluruh mahasiswa baru agar menjalin persaudaraan dengan alam atau lingkungan. 

"Ukhuwah kauniyah (persaudaraan kosmik) karena ternyata kita tidak hanya bersaudara dengan manusia tapi juga dengan yang kita sebut non human," katanya. 

Non human ini menjadi sangat penting dalam konteks sekarang ini karena dunia ini sangat bergantung kepada alam, lingkungan dan makhluk hidup selain dari manusia yang ada di sekitar kita. 

"Dalam perspektif ukhuwah kauniyah, tanah air, gunung dan lain sebagainya bukan sekedar objek yang ditaklukkan. Semuanya adalah saudara kita," katanya. 

Perlu diketahui, Kegiatan Kuliah Umum ini dihadiri oleh ribuan mahasiswa baru Universitas Annuqayah 2026, Rektor Perguruan Tinggi di Madura, Dekan dan Kaprodi di lingkungan Universitas Annuqayah. 

Abdul Warits (Humas)