Sumenep, UA Media- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA) Posko 46 menggelar pelatihan Microsoft Office bagi siswa di Yayasan Miftahul Ulum, Bancamara, Dungkek, Jumat, 4 September 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan literasi digital siswa melalui pembelajaran berbasis praktik.
Pelatihan dilaksanakan dengan memberikan pemahaman dasar mengenai penggunaan Microsoft Office, khususnya Microsoft Word.
Para peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai fungsi aplikasi, tetapi juga langsung mempraktikkan materi menggunakan laptop yang tersedia.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti arahan dari mahasiswa KKN. Pendampingan dilakukan secara langsung agar siswa dapat memahami setiap langkah dan mampu mengoperasikan berbagai fitur dasar Microsoft Office secara mandiri.
Kegiatan tersebut juga dirancang agar pembelajaran teknologi terasa lebih sederhana dan mudah dipahami. Siswa diberikan kesempatan untuk mencoba sendiri berbagai fungsi yang telah dijelaskan, sekaligus bertanya ketika mengalami kesulitan dalam proses praktik.
Ketua KKN Posko 46, Noval Hidayat, mengatakan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan bekal keterampilan yang relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan dasar tentang Microsoft Office, tetapi juga menjadi bekal bagi para siswa untuk lebih siap menghadapi kebutuhan pembelajaran di era digital. Karena itu, kami mencoba mengemas kegiatan ini dengan praktik langsung agar siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menggunakannya,” ujar Noval Hidayat.
Menurut Noval, kemampuan mengoperasikan aplikasi perkantoran menjadi salah satu keterampilan dasar yang penting untuk terus dikembangkan. Terlebih, penggunaan teknologi semakin dekat dengan aktivitas pendidikan, mulai dari mengerjakan tugas hingga membuat berbagai dokumen.
"Mahasiswa KKN juga berupaya menciptakan proses pembelajaran yang interaktif. Siswa didorong untuk lebih aktif mencoba, bertanya, dan menyelesaikan tugas sederhana menggunakan aplikasi yang telah dipelajari," tambahnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang dapat terus digunakan siswa setelah pelatihan selesai. Ke depan, keterampilan yang telah diperkenalkan diharapkan dapat terus dikembangkan oleh para siswa melalui praktik secara mandiri.
"Kegiatan KKN tidak hanya meninggalkan program, tetapi juga memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi," pungkasnya.