Sumenep, UA Media- Mahasiswa Tasawuf dan Psikoterapi (TP) Universitas Annuayah menggelar Seminar bertajuk, “River Recovery Movement” yang dipusatkan di Pendopo Kecamatan Lenteng, Kamis, 25 Juni 2026.
Kegiatan seminar ini dilaksanakan berangkat dari sebuah kesadaran bahwa lingkungan bukan hanya ruang tempat manusia hidup, tetapi juga bagian dari hubungan yang saling memengaruhi antara manusia dan alam. Sungai, sebagai salah satu ekosistem penting yang memiliki peran besar bagi kehidupan masyarakat.
“Namun, berbagai persoalan lingkungan yang terjadi hari ini mengingatkan kita bahwa menjaga alam bukan hanya tanggung jawab individu tertentu, melainkan tanggung jawab bersama,” katanya.
K. M. Faizi, seorang kiai yang getol dalam merefleksikan lingkungan kepada publik, menganalogikan sungai seperti wudhu' bagi orang salat. Menurutnya, sungai tidak perlu dipedulikan karena ia bukan kehidupan, tapi tanpa sungai tidak ada kehidupan.
Ia memberikan gambaran saat semua sampah dibuang ke sungai, kiranya apa yang akan terjadi 2-3 tahun mendatang di sektor pertanian, kesehatan, kondisi pepohonan, tetumbuhan, dan iklim setelah itu.
“Namun, kita seolah enggan membayangkannya karena kita terlalu santai sebelum kita menerima bahwa ancaman serius mulai berdatangan,” ungkapnya.
Tindak lannjut dari kegiatan River Recovery Movement akan melaksanakan rehabilitasi serta pemulihan sungai (nanti) dari sampah. Mahasiswa hendak melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat guna melanggengkan privilege dan pengaruh pihak yang bersangkutan untuk menyadarkan kepada warga sekitar tentang hubungan antara masyarakat dengan lingkungan.
Mahasiswa TP menggandeng mitra berupa Komunitas Sahabat Alam, HMP TP-UA, dan BEM-KM UA. peserta melibatkan OKP dan Delegasi dari sekolah di kecamatan Lenteng serta beberapa partisipan lainnya.